primaksara

Monday, January 15, 2007

Papa Bintang

Papa Bintang lagi nampang, action on camera, cakep juga ya...kameranya, hihihi...

Thursday, December 14, 2006

Rapat Akhir Tahun 2006

Pada Hari Sabtu / Minggu 9-10 Desember 2006 lalu, seluruh awak redaksi dan manajemen termasuk New Busines Development yang digawangi Mahar Prastowo, melakukan rapat akhir tahun yang mengagendakan antara lain evaluasi redaksi, iklan, sirkulasi.

Wednesday, September 06, 2006

MAJALAH TENNIS TERBARU


EDISI III SEPT 2006
BERLANGGANAN HUB 0815 8579 2280 with Mr. Prastowo

EDISI TERBARU


berlangganan HUB 0815 8579 2280

FILM:SNAKES ON A PLANE


Ketika Penerbangan Diteror Ratusan Ular....


Menjadi kejutan ketika film ini tiba-tiba meledak diluar Amerika! Pasalnya, Snakes on a Plane menjadi satu-satunya film yang paling menegangkan dari sekian banyak film produksi Hollywood tahun ini. Padahal, minim kritisi membahas film ini menjelang pergelaran penganugerahan penghargaan Cannes dan penganugerahan award di Amerika.

Namun kini, baik di Amerika, Asia, termasuk Hongkong dan Malaysia serta Thailand, film ini sukses luar biasa, di Amerika Latin, dipuji sebagai film terbagus tahun ini.

“…adegan demi adegan memang mencekam. Anda tahu permainan watak SAMUEL L. JACKSON seperti apa. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga bisa sukses di beberapa negara,” mengutip penuturan ALEX CHIMARO dari The Star dalam rilisnya memuji actor kawakan berkulit hitam pemeran agen FBI, Flynn.

Film garapan DAVID R. ELLIS semakin luar biasa dalam penyajiannya yang penuh ketegangan seakan membuat penonton tak boleh terlena sedikitpun.

Mengangkat cerita tentang Nelville Flynn (SAMUEL L. JACKSON) sebagai agen FBI yang harus mendampingi saksi mata peristiwa pembunuhan, terbang dari Hawaii menuju Los Angeles. Ternyata dalam pesawat yang sama seorang penjahat bayaran melepaskan puluhan ular-ular berbisa yang telah dirangsang dengan obat psikotropika yang menyebabkan ular-ular tersebut menjadi ganas dan kecanduan.

Kepanikan demi kepanikan dalam adegan pengawasan agen FBI atas saksi mata dan upaya melindungi seluruh isi pesawat memaksa penonton ikut dalam ketegangan luar biasa. Intrik yang ditampilkan dengan sederhana membuat penonton mudah mencerna meskipun tetap saja tak mudah untuk menebak kelanjutan tiap-tiap adegan.

JOHN HEFFERNAN dan SEBASTIAN GUITERREZZ yang menulis naskah sungguh sangat kuat dalam penceritaan dan dialognya. Ditambah dengan arahan sutradara DAVID R. ELLIS, film ini dikemas sedemikian mencekam.

Sejumlah artis muda seperti CLAIRE MILLER, SEAN JONES, MERCEDES, THREE G’s turut mendukung aksi peran SAMUEL L. JACKSON, termasuk beberapa artis pendatang baru lainnya. (mahar_p@yahoo.co.uk)

Foto : Samuel L Jackson
Dok.

SURAT DARI JAKTIM:SEKILAS LDII

SEKILAS TENTANG LDII
(LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA)

Pada tanggal 18 Juli 2006, Bapak KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI/Ketua Komisi fatwa/Ketua Bid. Ekonomi Syariah) dan Drs. H. Ikhwan Sam, MM. (Sekum MUI) memberikan ceramah di Masjid Baituz Zaky Mustofa, Bintaro Jaksel. Bapak Ma’ruf Amin menjelaskan tentang visi dan misi MUI pusat. Selain itu MUI akan tetap mempersatukan umat islam selama dalam aqidah dan syariah yang sama, manakala pada umat islam terjadi ikhtilafiah dan furuiah tetap dihormati dan ditingkatkan toleransinya.
Pada tanggal 29 Juli 2006, KH. Ma’ruf Amin (MA), KH. Amidan (Ketua MUI), dan Drs. Hasanudin, M.Ag. (Sek. Komisi Fatwa MUI) dan Ketua MUI Prov. Jatim berkunjung ke Ponpes Kediri dan Ponpes Gading Mangu Jombang. Di Ponpes Kediri KH. Ma’ruf Amin, KH. Amidan dan Ketua MUI Prov. Jatim memberikan ceramah. Yang pada intinya bahwa seperti pada ceramahnya di Masjid Baitul Zakky Mustofa di Bintaro Jaksel terutama bahwa LDII bagian dari MUI. Di Ponpes Kediri selain ceramah juga berkunjung ke perpustakaan sedangkan di Ponpes Gading Mangu Jombang berkunjung ke Masjid Nur Hasan.
Ini menarik, sebab sebelumnya MUI menyatakan bahwa LDII adalah sesat, yang harus dimusuhi sehingga dalam kurun waktu yang cukup lama warga LDII merasakan dampaknya, antara lain diusir, rumah dan masjidnya dibakar, dirobohkan bahkan ada yang sampai dibunuh.
Dengan perkembangan yang baru ini hendaknya masyarakat luas mengetahui pernyataan dari ketua MUI tersebut, sebab tentunya pernyataan tersebut didasarkan dengan fakta yang ada bahwa ajaran LDII tidak menyimpang dari ajaran Islam yang benar sebab sudah didahului dengan dialog dan menyaksikan langsung kegiatan-kegiatan, pengajian-pengajian, maupun pondok pesantren LDII yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga keputusan/pernyataan tersebut benar-benar berdasarkan fakta yang ada, bukan berdasarkan laporan-laporan atau fitnahan yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang tidak mengerti keadaan yang sebenarnya.
Dalam urusan agama/keimanan, dukungan dan pernyataan masyarakat memang diperlukan agar lebih lancar, tetapi yang terpenting adalah “pernyataan” Allah dan Rasulnya, artinya semua yang diamalkan sudah sesuai dengan ketentuan Allah Rasul (Qur’an dan Hadist), sebab kita semua akan “dihakimi” oleh Allah di akhirat nanti tentang apa-apa yang kita amalkan, sebab kita semua dihidupkan oleh Allah di dunia ini untuk dicoba, siapa diantara kita yang lebih baik amalannya, jadi seharusnya kita sama-sama sibuk memperbaiki dan menambah amalan kita masing-amsing, bukan untuk saling manyalahkan.
Warga LDII menyadari, memang ada beberapa kegiatan yang sudah berlaku umum di masyarakat Indonesia, tidak lagi dilakukan oleh warga LDII. Hal ini didasarkan bahwa dalil-dalil yang mendukungnya kurang kuat, sedangkan untuk mengamalkan amalan yang “prinsip” saja kita hampir-hampir tidak kebagian waktu. Setiap warga LDII rata-rata mengikuti pengajian 3 sampai 5 kali dalam seminggu bahkan lebih, sebab disadari, mempelajari Al-Qur’an saja dari mulai bacaan, makna, keterangannya sampai paham sudah menghabiskan banyak waktu, sehingga kalau hanya seminggu sekali, sampai matipun kita tidak bisa memahami Al-Qur’an dengan sebenarnya, belum lagi mengaji Al-Hadist, yang diperkirakan sekitar 49 macam kitab Hadist yang ada sekarang, sedangkan “Kutubussittah” saja sudah sedemikian rumitnya. Inilah yang diprioritaskan oleh warga LDII.
Ada beberapa point yang menjadi spesialisasi/kekhususan yang dilakukan oleh warga LDII. Sekitar tahun 70-an para wanita yang memakai jilbab sudah hampir bisa dipastikan sebagai warga LDII (dulu belum bernama LDII) dan ketika itu masih merupakan sesuatu yang asing, tetapi sekarang ternyata diakui bahwa memang itulah sebenarnya pakaian seorang muslimah.
Ada anak muda yang mengikuti pengajian di LDII lalu kemudian dinyatakan sebagai anak durhaka oleh kedua orang tuanya karena perbuatannya banyak yang dianggap aneh, seperti pakainnya tidak mau dicucikan oleh ibunya, tidak mau sholat bareng bapaknya, dll. Setelah diteliti ternyata karena keangkuhan orang tua yang tidak mau berdialog/mendengarkan penjelasan anaknya. Orang tuanya merasa paling benar, sehingga tidak mau menerima penjelasan-penjelasan yang dikemukakan oleh anaknya tersebut.
Ada lagi kasus antar tetangga, yang sebenarnya bermaksud baik, tapi karena kurangnya komunikasi, terjadilah salah paham yang berlanjut dengan keributan. Ketika itu jemuran pakaian warga LDII tersebut ketika hujan turun, diangkat oleh tetangganya dan tercampur dengan pakaiannya. Karena yakin bahwa pakaian tetangga tersebut tidak suci, maka warga LDII tersebut mencuci kembali pakaiannya dan diketahui oleh tetangganya sehingga menjadi tersinggung karena seolah-olah dianggap najis oleh warga LDII tersebut. Berita kejadian tersebut terus meluas sehingga ada anggapan di masyarakat bahwa orang LDII menganggap bahwa orang selain LDII adalah najis, dan hal inipun masih dihembus-hembuskan oleh orang yang tidak senang dengan LDII.
Saya akan menjelaskan masalah ini agar masyarakat luas mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Di dalam hukum fikih islam, ada istilah “air yang sedikit dan ada air yang banyak” ( lebih dari 2 kullah, lebih dari 200 liter). Perlakuan tentang air ini mutlak harus dipahami oleh setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, bahwa air yang “sedikit” (kurang dari 2 kullah) bila terkena najis maka akan menjadi air mutanajjis, yang artinya air tersebut tidak memenuhi syarat untuk bersuci, mandi, mencuci dll.
Ketika mencuci pakaian, tetangga orang LDII tersebut tidak memenuhi syarat. Diantara pakaian yang dicuci tersebut diyakini ada pakaian yang terkena najis, sebab ada pakaian anaknya yang masih balita yang terkena najis/pipis, dicampur dalam satu bak yang isinya maksimum 40 liter air yang secara otomatis seketika itu juga semua pakaian yang ada dalam bak tersebut menjadi najis semua, sebab air 40 liter termasuk “air yang sedikit”. Walaupun semua dicuci dengan sabun, itu belum menghilangkan najisnya, membilasnya juga disatukan dalam satu bak yang sama sehingga walaupun kelihatannya sudah bersih, tetap belum suci. Akibatnya apa? Pakaian-pakaian tersebut tidak memenuhi syarat untuk dipakai shalat, sebab mengerjakan shalat harus suci badan, pakaian dan tempat.
Yang benar bagaimana? Pertama adalah, sediakan tempat pakaian yang suci seperti ember, bak dll dan dibasuh dengan air yang suci, pakaian yang sudah dicuci dengan sabun dibilas satu-persatu dengan air yang mengalir seperti air keran dll sampai yakin suci, atau dengan cara lain yang memenuhi syarat. Inilah yang dipraktekkan oleh semua warga LDII. Siapapun orangnya, apabila mengikuti pengajian di LDII. praktek mencuci seperti ini akan diajarkan sampai betul-betul paham.
Kondisi seperti inilah yang menyebabkan ada orang tua yang anaknya mengikuti pengajian di LDII tiba-tiba dicap sebagai pembangkang, susah diatur, dsb. Seharusnya, seandainya orangtuanya mau menerima penjelasan dari anaknya, pasti akan bersyukur, dan akan dijelaskan bagaimana cara mencuci “yang benar” dan hal2 yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Ada juga isu apabila ada yang bukan warga LDII masuk ke masjid LDII untuk sholat, setelah selesai lantainya di pel karena dianggap orang lain najis. Hal ini bisa benar dan bisa juga tidak benar. Yang benar adalah apabila sebelum masuk masjid kakinya masih najis, sudah pasti akan di pel lagi, yang tidak benar adalah apabila diyakini tidak najis tentu tidak akan di pel. Banyak orang yang kurang hati-hati dalam masalah najis, tempat wudu dekat dengan tempat buang air kecil/wc, hampir dipastikan lantainya mengandung najis, habis berwudu tanpa alas kaki langsung masuk masjid sehingga lantai yang dipijak akan menjadi najis semua; atau menggunakan sendal jepit yang apabila diinjak, najis dari lantai tetap bisa masuk melalui celah2 tali sendal tersebut. Semua warga LDII sudah sangat paham dengan masalah tersebut, sebab sejak dari balita sudah dididik bagaimana menjaga najis/mensucikan najis agar terhindar dari siksa kubur, karena salah satu penyebab orang mendapatkan siksa kubur adalah tidak menjaga/mensucikan najis/pipis.
Disini jelas bahwa adanya isu orang LDII menganggap orang lain najis adalah tidak benar. Siapapun orangnya, baik waga LDII atau bukan, apabila akan masuk mesjid/tempat solat, harus memperhatikan betul masalah ini dan setiap warga LDII yang ada disitu merasa bertanggungjawab atas kesucian tempat solat, sebab akan menyebabkan sah dan tidak sahnya solat seseorang.
Warga LDII juga banyak yang hobi jajan, seperti bakso, mie ayam atau makan diwarung yang penjualnya bukan warga LDII. Kalau benar warga LDII menganggap orang lain najis, maka makanan maupun tempatnya juga najis sebab pasti tersentuh oleh penjualnya, pasti tidak ada yang mau jajan, sebab memakan yang najis hukumnya haram.
Kekhususan warga LDII juga dalam solat jumat yang khotbahnya berbahasa Arab. Ini merupakan pemahaman warga LDII bahwa khotbah tersebut masih dalam rangkaian solat sehingga secara otomatis juga harus memakai bahasa yang dipakai waktu solat, tidak perduli mengerti atau tidak, dan untuk masalah ini jangan didebat sebab tidak ada orang Islam yang protes tentang solat yang berbahasa Arab.
Sejak tahun 1941 warga LDII apabila mengerjakan solat jahar (yang bacaannya dikeraskan), dalam membaca fatihah, “Bismillahnya” tidak dikeraskan sehingga untuk sekian lamanya hal tersebut menjadi hal yang sangat asing di Indonesia, tetapi setelah RCTI menayangkan langsung solat dari Masjidilharom Mekkah, masalahnya menjadi jelas.
Sejak tahun 1941 juga warga LDII yang laki-laki selalu memakai pakaian diatas mata kaki baik waktu solat maupun tidak, sampai sekitar tahun 2000 menjadi bahan ejekan dan cemoohan oleh banyak orang yang mengatakan kebanjiran, takut cacing dlsb, ternyata saat ini sudah puluhan kelompok pengajian baik yang besar maupun yang kecil sudah mengikutinya bahkan ada yang sampai setengah betis (takut kodok?) Apakah ini artinya?; tanyakan saja pada rumput yang bergoyang (kalau rumput bisa ngomong)!
Demikianlah sedikit uraian tentang LDII dan kegiatannya yang sudah saya amati lebih dari 21 tahun, sehingga saya bisa berwudu dengan benar, mandi junub sesuai dengan yang dikerjakan Nabi, bisa mengetahui yang halal dan yang haram, bisa mengerjakan berbagai macam solat sunah, bisa berhati-hati dalam urusan najis dsb. Semua itu saya dapatkan selama saya mengikuti pengajian di LDII yang terus ditanamkan pengertian bahwa setiap orang Islam wajib menuntut ilmu sehingga apabila didalam satu rumah ada 5 orang anggota keluarganya, bapak ibu dan 3 anaknya, maka 5 orang tersebut harus aktif mengikuti pengajian agar tidak terjadi kesenjangan/perbedaan dalam memahami agama.
Setelah membaca uraian ini, apakah cukup hanya manggut-manggut saja tanpa berbuat sesuatu?, tentu tidak. Banyak hal yang bisa dan harus dilakukan. Kepada para alim ulama, para ustaz berkewajiban “membenahi” apa-apa yang perlu dibenahi terutama menyampaikan ilmu kepada ummat Islam yang merupakan kewajiban setiap orang Islam walaupun baru tahu satu ayat, jangan ada yang disembunyikan, katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Para ulama asli Betawi mengistilahkan mengaji “rukun cebok”, yang maksudnya adalah bab bersuci (masalah air, mandi, wudu dan mencuci pakaian), harus disampaikan sejelas-jelasnya dan harus dipraktekkan, tidak teorinya saja. Terus terang, sebelum saya ngaji di LDII, masalah mencuci pakaian “yang benar” hampir tidak pernah disinggung. Apakah dianggap tidak penting? Tata letak tempat berwudu, tempat kencing/wc harus betul-betul diperhitungkan agar jamaah yang masuk masjid/tempat solat tidak”membawa najis” di kakinya yang menyebabkan solatnya tidak sah, bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga orang yang ikut solat ditempat yang najis.
Uraian dalam tulisan ini hanya beberapa poin dari “kekhususan” yang ada dalam LDII yang pada awalnya dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang aneh, salah, tidak umum dlsb. Ternyata sekarang diikuti oleh banyak golongan/kelompok yang berarti pula kebenaran sudah terungkap seiring dengan berjalannya waktu seperti yang dilakukan oleh ketua MUI dll yang menyatakan bahwa LDII adalah bagian dari MUI. Saya yakin pula, dengan berjalannya waktu, kalau dianggap masih ada beberapa “kekhususan” yang dilakukan oleh warga LDII, INSYAALLOH akan diikuti oleh ummat Islam yang lain sehingga “ikhtilaf” yang mungkin masih ada, akan terus berkurang dan pada gilirannya nanti akan hilang sehingga kerukunan ummat Islam semakin kuat . Semoga Allah memberi hidayah pada kita semua. Amiin…

Jakarta, 3 September 2006,
Hormat saya,

SUKARMAN BIN H MUH. RASJID
JAKARTA TIMUR.
HP. 08161 313 321

Monday, August 21, 2006

IKLAN JUAL LAPTOP

MURAH MERIAH mBATHENI

NOTEBOOK AXIOO SV624C

CELERON M380 – 1.6 Ghz
DDR SDRAM 256MB (UP TO 1 GB / 2 SLOTS)
HDD SEAGATE MOMENTUS 40 GB
14.1" TFT DISPLAY
56K MODEM
ETHERNET
DVD /CDRW COMBO
2 USB PORTS
WIFI (OPTIONAL)
PCMCIA
OS DOS (CD RECOVERY LINUX)
2.5 KG WITH 4 CELLS LITHIUM-ION BATTERY
SIZE 312(W) X 263(D) X 24~33(H) mm
BONUS TAS TARGUS
Rp.5.399.000,-

LAYANAN PURNA JUAL:
GARANSI NOTEBOOK SELAMA 1 TAHUN (SPARE PART + SERVICE)
GARANSI PROCESSOR INTEL SELAMA 3 TAHUN
GARANSI HARDDISK SEAGATE SELAMA 5 TAHUN
GARANSI MEMORY VISIPRO SELAMA-LAMANYA (LIFETIME)
DUKUNGAN SERVICE CENTER OLEH AXIS (AXIOO SIAGA) 22 KOTA DI INDONESIA
PINJAMAN UNIT MOBILE (LAPTOP) BAGI SERVICE LEBIH DARI 24 JAM (SELAMA MASA GARANSI 1 TAHUN)


NOTEBOOK AXIOO VL624C

CELERON M380 – 1.6 Ghz
DDR SDRAM 256MB (UP TO 1 GB / 2 SLOTS)
HDD SEAGATE MOMENTUS 40 GB
14.1" WIDE XGA TFT DISPLAY
56K MODEM
ETHERNET
DVD /CDRW COMBO
BUILT IN 4 IN 1 CARD READER
4 USB 2.0 PORTS
WIRELESS FIDELITY
WEBCAM (OPTIONAL)
PCMCIA
OS DOS (CD RECOVERY LINUX)
WEIGHT 2.2 KG
SIZE 333(W) X 243(D) X 24~33(H) mm
BONUS TAS TARGUS
Rp.5.899.000,-

LAYANAN PURNA JUAL:
GARANSI NOTEBOOK SELAMA 1 TAHUN (SPARE PART + SERVICE)
GARANSI PROCESSOR INTEL SELAMA 3 TAHUN
GARANSI HARDDISK SEAGATE SELAMA 5 TAHUN
GARANSI MEMORY VISIPRO SELAMA-LAMANYA (LIFETIME)
DUKUNGAN SERVICE CENTER OLEH AXIS (AXIOO SIAGA) 22 KOTA DI INDONESIA
PINJAMAN UNIT MOBILE (LAPTOP) BAGI SERVICE LEBIH DARI 24 JAM (SELAMA MASA GARANSI 1 TAHUN)

informasi lebih lanjut hub. 0815 8579 2280 (prastowo)

Sugeng Enjang Guuten Morgen

guuten morgen!
ya, selamat pgi or good morning in the silence nice tuesday (Jakarta Time). hening banget alias silence malam ini, dan aku sedang di KATA Comm. dalam rangka processing kerjaan Majalah Starlife. wah, pak haji mana tahu yang nggarap majalahnya sampai dinihari masih pada ngegadangin. pak kus (R Kusumanto) juga tuh yang lagi kelon sama Rambo...pak, saya with mas aput di xmalang, mas arifin n mas imoenk di jokja sedang begadang. kalau mau kirim kopi silahkan lewat e-mail saja. wah! betul, kirim kopi lewat email, ebnar-benar ide luar biasa. kira-kira kapan kita bisa wujudkan ya?
sekarang telepon jinjing (HP) sudah bisa internet, kirim foto, ada room2 smpan data, yang belum ada di HP cuma kulkas, ya toh?
jaman sulaiman as, jin ifrit dengan kecerdasannya memindai energi dan gelombang elektromagnetik berhasil memindahkan singgasana ratu sheba ke hadapan sulaiman hanya dalam hitungan sekedipan mata, bahkan sebelum mata berkedip!
nah, ayo kita pelajari ilmunya, jangan cuma illusi alias sulap mindah dompet orang ke kantong sendiri, setidaknya, transfer cepat kopi di jakarta ke cangkir-cangkir di jokja. yuuuk...

Tuesday, August 08, 2006

kabar dari jakarta




mas jati
bintang denger mas jati nggak mau naik ke kelas satu sekolah dasar, kenapa? bintang aja sudah pengen cepet-cepet ke sekolah dasar, padahal senin (17/7/2006) besok kan bintang baru mau masuk sekolah kelas Calistung? hehehe.

ini bintang tampilkan foto waktu di dufan tanggal 16 juli, tepatnya hari minggu, bintang jalan-jalan sama oom aput sekeluarga, om o'ok sekeluarga, dan bintang juga ditemani papa en mama. seru banget lho, pakdhe mitro juga ikut. iih, kacian mas jati gak diajak...lagian mas jati sibuk njagain merapi sih.

mas jati suka mancing nggak? bintang pengen banget mancing nih mas, bareng mas jati, mas cahyo dan teman-teman lainnya. disawah ngimbang masih banyak ikan dan belut kan? kata papa, kalau ngobor bisa dapat belut se-ember, tapi kan harus tengah malam,iih sereem. kata papa aja dulu waktu ngobor sama pak rodin, pak pur dan pak joko, pernah dikejar ular. bahkan sering digangguin kuntilanak. (merinding nih).

mas jati juga sudah bisa baca al qur'an ya, ngiri deh bintang sama mas jati. tapi bintang sudah diajarin hafalan lho sama papa en mama, terutama surat alfatihah dan beberapa surat pendek (juzz 'amma) serta do'a-do'a. eh, bintang punya do'a nih, kita apalin yuk...

Kulanuwun


selamat pagi, siang, sore, malam...
papa, mama, engkong, nenek, tante, uwak...
mbah putri, pakdhe, budhe, mbak yuyun, mbak intan, mas cahyo, mas jati...